Optimisme Bali 2010

Tuesday, February 2, 2010 12:55
Posted in category Economic Focus

Perekonomian Bali 2010 masih dibalut optimisme. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi basis ekonomi yang menguatkan Bali.

Berdasarkan analisa Bank Indonesia Denpasar, perekonomian Bali dalam tahun 2010 mendatang  masih akan meneruskan kegairahan yang dicapai pada tahun 2009. “Bali, ekonomi rakyatnya relatif kuta. Kami tetap optimis ekonomi Bali di tahun 2010 akan tetap kuat,” tegas Pemimpin Bank Indonesia Jeffrey Kairupan. Selama tahun 2009, ekonomi Bali menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Hingga triwulan ke-3 di tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 4,17 persen. “Sebagian besar pertumbuhan ekonomi Bali di ditopang oleh sektor UMKM,” tambah Jeffrey. Keberadaan sektor UMKM di Bali menjadikan ekonomi Bali menjadi kuat karena ditopang ekonomi kerakyatan. Ekonomi Bali yang ditopang oleh bisnis pariwisata, membangun sebuah multiplier effect yang sangat bagus karena digerakkan oleh UMKM. Dilihat dari penyaluran kredit perbankan di Bali, sektor UMKM menguasai sebanyak 80 persen. Sebagian besar diantaranya bahkan usaha kecil, dengan sebagian kecil usaha menengah. Hal ini memberi multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat Bali. “UMKM stabil. Ada krisis nggak ada krisis, kayaknya dia anti hujan anti panas,” tambahnya.

Perekonomian Bali memiliki keunikan yang luar biasa dibandingkan daerah lain di Indonesia. Di Kalimantan Timur misalnya, perekonomian sangat ditopang batubara dan kelapa sawit yang notabene dikelola penuh investorinvestor besar. Demikian juga yang terjadi di Papua yang memiliki kekayaan emas, namun dikelola Free Port. “Kalau kita lihat pertumbuhan produk domestik regional
bruto di Papua sangat besar, sampai 15 persen. Tetapi coba kalau angka Free Portnya dikeluarkan, sisanya cuma 2 persen,” ujar Jeffrey. Kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan Bali. Sebagian besar industri pariwisata dan pendukungnya merupakan milik rakyat. “Maka multiplier effect dari perkembangan pariwisata di Bali luar biasa. Kalau di tempat lain banyak orang kaya, tapi banyak miskin. Kalau di Bali, merata. Tidak ada ketimpangan besar antara masyarakat yang miskin dan yang kaya,” ujarnya.

sudah mencapai Rp. 18 triliun, naik sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang baru menyentuh angka kenaikan sekitar enam persen. “Angka pertumbuhan kredit perbankan nasional baru 6 persen. Untuk capai 10 persen saja sudah susah. Padahal target nasional 20 persen. Dan Bali dapat mencapai itu,” ujar Jeffrey. Sebagai informasi, total pengeluaran kredit perbankan di Bali selama tahun 2008 lalu tercatat Rp. 25 triliun. Jumlah tersebut turun dibandingkan angka tahun 2007 yang mancapai Rp. 30 triliun. “Penurunan kredit di tahun 2008 merupakan dampak dari krisis di akhir tahun. Namun di tahun 2009 ini kuat. Optimisme di 2010 akan makin menguat,” tegasnya.

Selain pengeluaran kredit oleh 43 bank umum dan 152 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), ekonomi Bali juga ditopang oleh penyaluran kredit Lembaga Perkreditan Desa – sebuah lembaga keuangan yang dikelola secara tradisional oleh desa adat. Meski hanya dikelola di tingkat desa, namun pengeluaran kredit oleh lembaga yang berada di luar sistem perbankan ini tergolong sangat besar. Total pengeluaran kredit LPD dI Bali mencapai rata-rata Rp. 2 triliun setahun. Jumlah ini bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan total pengeluaran kredit oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se- Bali yang hanya sebesar Rp. 1,5 triliun.

Struktur kredit perbankan di Bali masih didominasi oleh konsumsi dan modal keja. “Kredit investasi di Bali memang tidak terlalu besar. Tetapi tidak tertutup kemungkinan kredit konsumsi itu digunakan sebagai modal kerja dan inveestasi,”
demikian Jeffrey. Kekuatan UMKM bagi ekonomi Bali juga membuktikan betapa UMKM justru jadi faktor penguat ekonomi. Hal ini
terlihat dari angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan di Bali sangat rendah, yakni kurang
dari 2 persen. Rendahnya total NPL disebabkan oleh sektor UMKM. Padahal total NPL dari kredit-kredit besar yang jumlahnya hanya 20 persen dari total kredit, mencapai lebih dari 3 persen. “Ini membuktikan UMKM jauh lebih kuat,” tambahnya.

pihak ketiga (loan to deposit rate/LDR) Bali mencapai 58 persen. Jeffrey mengakui angka LDR tersebut cenderung terlihat kecil, Namun hal itu menurutnya terjadi karena jumlah dana pihak ketiga yang diterima perbankan di Bali relatif tinggi, yakni mencapai Rp. 35 triliun. Dengan jumlah penduduk Bali sebesar 3,5 juta orang, dapat diasumsikan setiap orang memiliki rata-rata Rp. 10 juta orang. “ini angka yang cukup besar, dibandingkan Sulawesi Utara misalnya, dana pihak ketiga tidak sampai separuhnya: memang banyak duit di sini (Bali),” tegasnya. Efek kesejahteraan dari struktur ekonomi Bali tergolong sangat besar. “Semua uang masuk ke masyarakat,” tandasnya. Secara sektoral, ekonomi Bali terutama didorong oleh perdagangan hotel restoran. Sekitar 80 persen perekonomian Bali ditopang sektor perdagangan hotel dan restoran.

Sedangkan sektor pertanian memberi kontribusi yang sangat kecil, yakni hanya sekitar 10 persen. Rendahnya kontribusi sektor pertanian ini, menurut Jeffrey, menjadi pekerjaan rumah yang penting bagi Bali. Pasalnya, ketergantungan Bali pada produk pertanian dari luar Bali menimbulkan kerentanan ekonomi. Sebanyak 60-70 persen produk pertanian yang beredar di Bali, seperti buah-buahan, masih didatangkan dari Pulau Jawa, Pulau Nusa Tenggara Barat, bahkan luar negeri. “Kalau mendadak pengiriman terhambat karena ombak atau kendala-kendala lain, maka akan memicu terjadinya inflasi. Ini tidak baik bagi Bali,” tegasnya.

perekonomian yang sangat penting. Apalagi dengan banyaknya turis yang datang ke Bali, maka kebutuhan Bali atas hasil-hasil pertanian untuk konsumsi sangatlah besar. “Ini PR besar bagi kita semua untuk lebih banyak fokus ke pertanian,” tambahnya. Sektor perikanan juga dikatakan sebagai potensi besar Bali yang belum tergarap. “Bali dikelilingi laut. Jadi agenda besar kedepan untuk kita adalah lebih fokus pada sektor pertanian dan perikanan,” tandasnya. Menurut Jeffrey, pertanian merupakan basis ekonomi yang akan menguatkan. Ia mencontohkan negara maju Swiss yang tetap memberi perhatian khusus pada sektor pertanian. Hal serupa juga dilakukan oleh Jepang. “Sektor primer ini (pertanian) harus karena menjadi sendi mendasar. Ini PR besar kita di tahun 2010 mendatang,” ujarnya.

Pengamat sektor pertanian dari Universitas Udayana Dewa Ngurah Suprapta menegaskan pengembangan sektor pertanian harus didukung oleh kebijakan-kebijakan khusus dari pemerintah. “Setidaknya harus ada insentif bagi para petani ataupun investor yang akan membangun sektor pertanian di Bali,” tegasnya. Ditegaskan Suprapta, realitas pertanian Bali masih sangat besar. Jumlah petani di Bali saat ini masih mencapai sekitar 600 ribu orang. Jumlah itu jauh menurun dibandingkan sebelumnya, karena banyaknya
petani yang beralih profesi menjadi pegawai hotel, restoran, dan industri pendukung pariwisata lainnya. Perubahan struktur ekonomi ke sektor pariwisata itu, menurit Suprapta, juga dipicu oleh kesalahan pembangunan ekonomi Bali. “Sebenarnya tidak harus semua daerah mengembangkan pariwisata. Sektor pertanian sebagai basis harus benar-benar digarap serius,” tegas Suprapta. Bali, kata Suprapta, memiliki berbagai potensi pariwisata yang besar. Ia mencontohkan produk kopi, kakao, dan lain-lainnya. “Produk produk pertanian Bali dikenal sangat unggul. Ini harus dibangun dengan optimal,” tegasnya.

  • Share/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Optimisme Bali 2010”

  1. low cost links says:

    May 7th, 2010 at 5:16 pm

    Cool page.

  2. Emily N. says:

    June 10th, 2010 at 1:48 pm

    Hi, I’m very interested in Linux but Im a Super Newbie and I’m having trouble deciding on the right distribution for me (Havent you heard this a million times?) anyway here is my problem, I need a distribution that can switch between reading and writing in English and Japanese (Japanese Language Support) with out restarting the operating system.

Leave a Reply