Merintis dari Desa, Menjangkau Dunia

Tuesday, February 2, 2010 12:37
Posted in category The Interview

Bermula dari sebuah ruang sempit di desa asalnya, Desa Singapadu Kabupaten Gianyar Bali, Putu Sudiarta (34 tahun) kini telah menyebarkan software aplikasi komputer buatannya untuk lembaga-lembaga pendidikan, perkantoran dan bisnis ke seluruh dunia. PT. Bamboomedia Cipta Persada, demikian nama perusahaan yang dirintis Sudiarta sejak tahun 2002 lalu itu. Perusahaan penyedia berbagai software aplikasi komputer itu kini berkantor di sebuah rumah toko berlantai dua di Jalan Merdeka Renon Denpasar, sebuah kantor yang tergolong cukup mewah dibandingkan ketika awal ia merintis usahanya itu di Desa Singapadu. ”Saya tidak pernah menyangka akan bisa sampai di sini,” tegas Sudiarta. Sudiarta menunjukkan sebuah lemari kecil di ruang kerjanya. Lemari itu berisi beberapa disket, telepon rumah, brosur- brosur, CD, kabel internet, beberapa buku serta sebuah hairdryer. “Ini kami sebut memorial box. Dari sinilah Bamboomedia berdiri sampai menjadi seperti sekarang,” ujarnya pria kelahiran 7 Januari 1975 itu.

Barang-barang tersebut yang mengawalinya menjadi terkenal di dunia teknologi informasi. Ia sendiri pun tak menyangka bisa sebesar sekarang dan banyak orang-orang dari luar Bali mengunjunginya karena rasa penasaran mereka tentang sosok yang berada dibalik Bamboomedia. Bahkan, ia tak membayangkan produknya bisa tersebar. Bagaimana tidak? Ketika berdiri tahun 2002 lalu, Putu Sudiarta tak sungkan mengemas compact disk dengan plastik yang dipanaskan dengan hairdryer. “Sekarang, semua produk dikemas dengan mesin, tak manual lagi dengan hairdryer,” ungkap Sudiarta sambil tertawa. Siapa yang menyangka, kini produk software Bamboomedia sudah digunakan oleh sekitar 30.000 perusahaan kecil dan menengah. Sebanyak sekitar 200 aplikasi bamboomedia juga sudah disebarkan ke mancanegara Sebelum merintis usahanya, lulusan jurusan Informatika STIKOM Surabaya, Jawa Timur sempat bekerja di sebuah perusahaan di Surabaya. Namun ia kemudian memutuskan kembali ke Bali dan membangun tanah kelahirannya. Selanjutnya bersama seorang adik serta seorang temannya, ia menggalang kekuatan menembus pasar dengan menjual beberapa aplikasi yang sudah disusun secara mudah untuk dicerna dan diikuti tanpa merasa digurui. Bermodalkan dana sekitar Rp.50 juta dan sebuah ruangan kecil di kampung halamannya, Sudiarta mulai menggali potensinya. Sejak 2002 hingga sekarang ia pun sudah bisa menyabet beberapa penghargaan edukasi untuk produkproduknya khususnya aplikasi untuk anak-anak mulai usia 6 bulan.

Dalam membangun bisnisnya, Sudiarta berprinsip tak mau mencari keuntungan semata. Itu sebabnya Bamboomedia Cipta Persada dikenal sebagai perusahaan penyedia software dengan harga yang terjangkau bagi kalangan menengah kebawah. Intinya, perusahaan ini hanya mementingkan pendidikan dan bagaimana aplikasi ini bisa menyebar secara benar, baik, mudah, dan murah tanpa batas. Putu Sudiarta hanya menjual CD aplikasinya itu mulai harga Rp 25.000 hingga Rp 300.000 per kepingnya. Tidak berhenti  sampai disitu, aplikasinya pun boleh diakses oleh siapa pun dari sekeping CD hanya dengan mendaftar atau membayar sejumlah uang sesuai harga CD tanpa harus datang ke kantornya. Dan yang pasti tak pernah ada kata ketinggalan jaman. “Kami ingin siapa pun bisa mudah untuk belajar meski jaraknya jauh sekalipun dari sini (Bali-red). Buktinya, kami memiliki pelanggan di daerah Papua hanya dengan mengirimkan pesan singkat untuk mendapatkan nomor regristasi dan transfer uang. Satu CD bisa dipakai berulangkali,” jelasnya. Untuk mengejar atau menyamai perkembangan teknologi dunia, ia dibantu temannya yang berada di Amerika Serikat.

Temannya, rutin memberikan info-info teknologi yang tengah berkembang. Saat ini Bamboomedia mampu menggaet Microsoft dan Intel menjadi mitra kerja dan sudah menghasilkan sekitar 200 program terdiri dari program perkantoran, programming, grafis, games, software pendidikan untuk anak-anak, internet dan web, pendidikan untuk siswa dan guru sekolah. Dari hanya 5 orang karyawan, Sudiarta kini telah mempekerjakan sebanyak 30 karyawan. Dari jumlah itu, 16 diantaranya adalah tenaga kreatif yang bisa bertambah 5 sampai 10 orang bila tengah membuat sebuah program. Berbagai penghargaan juga telah diraih. Diantaranya e- Learning Award 2006, Educational Software Developer dari Departemen Pendidikan Nasional, Silpakara Nugraha, Riset Industri & Added Value 2007 dari Gubernur Bali, e-Learning Award 2008 Educational Software Developer dari Depdiknas, Indonesia ICT Award 2008 e-Business KUKM Depkominfo, dan lainnya. Kesuksesan tak mau membuat Sudiarta puas begitu saja. Bapak satu anak ini terus bertekad untuk menyebarkan pendidikan dengan teknologi informasi ke masyarakat. Kini ia tengah merintis Singapadu Project, sebuah proyek inovasi teknologi internet berupa e-Learning Live, Mini Facebook for Kids Education, dan Longlife Bussiness. Nama proyek sengaja diambil dari nama desa seni, tempat Sudiarta memulai usahanya di tahun pertama. “Project ini kami harapkan bisa
menjadi pondasi inovasi untuk tahun 2010-2015,” tegasnya

  • Share/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

10 Responses to “Merintis dari Desa, Menjangkau Dunia”

  1. low cost links says:

    May 7th, 2010 at 1:09 pm

    Cool page.

  2. Lelaaccitle-tool says:

    May 17th, 2010 at 11:59 pm

    awal yang baik

  3. Amy B. says:

    June 6th, 2010 at 5:47 pm

    The Amyloidosis Foundation estimates that approximately 3,000 people are diagnosed with amyloidosis each year in North America and that blood cancers overall have increased more than 40% in the last decade.

  4. Emily N. says:

    June 10th, 2010 at 1:48 pm

    Hi, I’m very interested in Linux but Im a Super Newbie and I’m having trouble deciding on the right distribution for me (Havent you heard this a million times?) anyway here is my problem, I need a distribution that can switch between reading and writing in English and Japanese (Japanese Language Support) with out restarting the operating system.

  5. seo services says:

    July 16th, 2010 at 11:48 am

    I just wanted to comment your blog and say that I really enjoyed reading your blog post here. It was very informative and I also digg the way you write! Keep it up and I’ll be back to read more soon mate

  6. Jual Beli Properti Bali says:

    August 12th, 2010 at 7:12 pm

    Very inspiring story..You make it happen, if you really want it!

  7. Download Music says:

    August 16th, 2010 at 12:49 am

    Wow!, this was a real quality post. In theory I’d like to write like this too – taking time and real effort to make a good article… but what can I say… I procrastinate a lot and never seem to achieve anything

  8. Young Jeezy says:

    August 24th, 2010 at 10:34 am

    I agree with some of the other people about this article

  9. ge vivid 7 says:

    August 26th, 2010 at 7:27 am

    Thank you, taxpayers of America, for backstopping Wall Street bonus payments with your generous bailout, making sure that no Manhattan banker had to trade down one dollar on their lifestyle spending and keeping Manhattan apartment prices in the stratosphere. Don’t think it’s fair? Then come election day, get off the unemployment line and let your vote do the talking.

  10. Dwayne Gentili says:

    August 27th, 2010 at 6:33 pm

    This is all very new to me and this article really opened my eyes.Many thanks for sharing with us your wisdom.

Leave a Reply