Bambu Menghidupi Desa Belega

Monday, February 1, 2010 10:02
Posted in category Small Biz Home Biz

Bambu di mana-mana. Begitulah kesan yang muncul ketika memasuki Desa Belega, sebuah desa kecil di Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Provinsi Bali, sekitar 30 kilometer dari Kota Denpasar. Toko-toko kerajinan, mebel dan furnitur dari bambu, menjadi pemandangan yang mengakrabi sepanjang jalan desa. Lalu lalang masyarakat desa membawa bambu menjadi pemandangan yang biasa. Bambu merupakan nafas kehidupan di Desa Belega. Setidaknya itulah yang dirasakan Made Wijaya (42 tahun). Bambu
sudah menjadi tumpuan hidup Wijaya dan keluarganya sejak puluhan tahun lalu. Ia meneruskan usaha warisan kakeknya almarhum I Wayan Jarsa atau biasa dikenal sebagai Pak Mangku yang dirintis sejak tahun 1970-an. “Saya hidup dari bambu. Sejak kecil saya dibesarkan dari usaha bambu,” tegas Wijaya. Ia merupakan penerus generasi ketiga dari usaha bambunya. Sang kakek, I Wayan Jarsa, menjadi salah satu perintis sentra industri bambu di Desa Belega. Ketika itu, Jarsa bersama tiga orang tetangganya berkreasi dengan bambu yang banyak tumbuh di desa mereka. Usaha mereka ternyata mendapat respon yang baik dari wisatawan asing yang ketika itu banyak datang ke Desa Bone, desa tetangga, yang ketika itu ramai dikunjungi wisatawan asing untuk menyaksikan pertunjukkan tari tradisional kecak. Respon yang baik dari wisatawan, membuat mereka terus berkreasi dengan bambu. Mereka bahkan berburu pengalaman mengkreasikan bambu hingga ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, dua daerah yang telah sukses mengembangkan bambu. Usaha itu tak sia-sia. Mengolah bambu dan berkreasi dengan tanaman jenis rumput raksasa itu menjadi virus yang menyebar cepat di kalangan warga Desa Belega. Warga Desa Belega yang sehari-hari menjadi petani, memiliki aktivitas tambahan yang menghasilkan rupiah lumayan. Pada masa keemasannya di tahun 80-an hingga 90-an, hampir seluruh penduduk sekitar Belega yang berjumlah tidak lebih dari 10.000 kepala keluarga itu piawai sebagai perajin bamboo, baik pria maupun wanita. Pesanan ekspor pun berdatangan ke Belega. Pesanan datang dari berbagai negara seperti Australia, negara-negara di Eropa dan Amerika. Kerajinan bambu Belega dikenal hingga ke mancanegara karena kerapihannya. Sepintas, bentuk dan model mebel bambu Belega memang tidak berbeda dengan buatan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

kerajinan bambu Belega masih dibuat secara tradisional dengan tangan. “Kakek saya menurunkan resep khusus hasil temuannya sendiri bagaimana cara bambu bisa terpasang
cantik serta awet,” ujarnya. Untuk memenuhi permintaan yang membludak, para perajin bambu Belega bahkan harus mendatangkan bambu dari luar Belega. “Di sini (Belega) sulit nyari bambu bagus,” ujar Wijaya. Bambu-bambu yang diolah di Belega didatangkan
dari wilayah Kabupaten Bangli Bali dan Malang Jawa Timur. Tahun keemasan usaha bambu Belega mulai memudar seiring krisis moneter 1998. Diikuti dengan peristiwa ledakan bom di Bali tahun 2002 dan 2005 menjadikan nilai ekspor bambu semakin tidak menentu. Tak heran jika sebagian besar warga Desa Belega mulai beralih ke mata pencaharian lain, seperti menjadi karyawan hotel atau restoran dan menjadi urban di Kota Denpasar.

Namun hingga kini, bambu masih menjadi tumpuan hidup bagi Wijaya dan keluarga, juga sebagian besar warga Desa Belega lainnya. Dari rumah yang sekaligus tempat kerja dan showroomnya, Wijaya terus berupaya mengembangkan usaha warisan keluarganya. “Sekarang tantangannya semakin besar. Untuk bisa bertahan saja, sudah bagus,” tegasnya. Kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu cukup menggoyang bisnis bambu Desa Belega. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu misalnya, cukup mengagetkan Wijaya. Pasalnya, pesanan sebanyak 200 unit kerajinan bambu berupa kursi, meja, dan lemari, batal dikirim ke Eropa karena pembatalan sepihak dari pembeli. Padahal belum sepeserpun dana diterima Wijaya. “Selama ini kami pakai modal percaya. Karena sudah pelanggan tetap, jadi mereka tidak bayar uang muka,” keluh Wijaya. Akibat pembatalan sepihak itu, tumpukan mebel kini menggunung di rumahnya. “Ini risiko dagang tanpa perjanjian dan hanya didasari kepercayaan. Nilai pesanan sekitar Rp 200 juta pun melayang,” ujarnya lemah. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, serbuan investasi asing yang menjadi pesaing berat bagi perajin lokal semakin mempersulit para pengrajin. Sejumlah investor asing membuka usaha serupa di Desa Belega. “Ya, pasti mereka menjadi pesaing berat kami. Akses mereka pasti lebih kuat. Sedangkan kami mengandalkan kenalan, tamu yang datang. Saya pernah mencoba berpromosi lewat internet, tetapi hasilnya nihil,” tandas Wijaya. Meski demikian, Wijaya tegas menyatakan akan tetap bertahan meneruskan usaha keluarganya, meski hingga kini hanya tersisa sekitar 50 keluarga yang masih bertahan dengan usaha kerajinan bambu. Salah satu usaha Wijaya yakni dengan lebih berkreasi. “Sekarang mulai mencoba perpaduan bambu dengan bahan-bahan lain seperti kayu, jadi lebih mengikuti tren. Saya tetap optimis kerajinan bambu Belega tidak akan pernah punah,” ujarnya.

  • Share/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

19 Responses to “Bambu Menghidupi Desa Belega”

  1. Allison Boger says:

    March 8th, 2010 at 6:37 pm

    if every editor wrote like you believe me the world would be a better place! this was an excellent read expecting more!

  2. facebook chips says:

    April 5th, 2010 at 5:22 am

    i wouldn’t have believed this had been impressive a couple of years ago but its amusing the way time switches the manner you understand varying concepts, thanks regarding the article it truly is nice to read some thing clever once in a while in lieu of the routine nonsense mascarading as blogs and forums on the net, i’m going to enjoy a few hands of facebook poker, adios for now

  3. seolace says:

    May 6th, 2010 at 10:49 pm

    Nice post, thanks for writing!

  4. steel golfclubs says:

    May 13th, 2010 at 3:30 am

    You certainly have some agreeable opinions and views. Your blog provides a fresh look at the subject.

  5. love calculator says:

    May 15th, 2010 at 12:58 pm

    Very informative post. Thanks for taking the time to share your view with us.

  6. vemma says:

    May 17th, 2010 at 7:30 am

    I just book marked your blog on Digg and StumbleUpon.I enjoy reading your commentaries.

  7. lcd tv reviews says:

    May 17th, 2010 at 7:43 pm

    Thank You For This Blog, was added to my bookmarks.

  8. replica handbags says:

    June 28th, 2010 at 8:01 am

    You write very detailed,Pay tribute to you.Couldn’t be written any better. Reading this post reminds me of my old room mate! He always kept talking about this. I will forward this article to him. Pretty sure he will have a good read. Thanks for sharing!

  9. Dane Viener says:

    July 18th, 2010 at 10:27 am

    Do you provide a few sort of monetary gift box where I will blast donation in PayPal? I would like to reward you for your content and articles. :)

  10. vemmauu says:

    July 28th, 2010 at 6:04 am

    You certainly have some agreeable opinions and views. Your blog provides a fresh look at the subject.

  11. noni juice says:

    July 30th, 2010 at 2:16 am

    You certainly deserve a round of applause for your post and more specifically, your blog in general. Very high quality material

  12. Luigi Fulk says:

    August 3rd, 2010 at 7:23 am

    I want to thank the blogger very much not only for this post but also for his all previous efforts. I found thesimpleyoga.com to be greatly interesting. I will be coming back to thesimpleyoga.com for more information.

  13. gry online says:

    August 9th, 2010 at 7:14 am

    You certainly deserve a round of applause for your post and more specifically, your blog in general. Very high quality material

  14. kosmetyki says:

    August 25th, 2010 at 5:22 pm

    Very Interesting Information! Thank You For Thi Post!

  15. karty kredytowe says:

    August 25th, 2010 at 8:59 pm

    Thank You For This Post, was added to my bookmarks.

  16. gry online says:

    August 27th, 2010 at 7:51 pm

    Great Blog. I add this Post to my bookmarks.

  17. sok noni says:

    August 27th, 2010 at 10:54 pm

    You certainly deserve a round of applause for your post and more specifically, your blog in general. Very high quality material

  18. tanie rozmowy says:

    August 28th, 2010 at 3:18 am

    I find myself coming to your blog more and more often to the point where my visits are almost daily now!

  19. strona startowa says:

    August 29th, 2010 at 10:53 pm

    Thanks For This Post, was added to my bookmarks.

Leave a Reply